Weaning With Love: Metode Menyapih Dengan Cinta - Diary Ayuk Hartini
...

Weaning With Love: Metode Menyapih Dengan Cinta

Weaning With Love: Metode Menyapih Nindy Paling Ampuh

Bismillahirrohmanirrohim,

Alhamdulillah Nindy sudah berusia dua tahun dan sudah lulus masa ASI. Jujur, masa memberi ASI adalah masa yang paling indah dan membahagiakan bagi saya. 

Melihatnya mendapatkan asupan makanan langsung dari tubuh saya, dari apa yang saya konsumsi sambil memeluk, bercanda, bercerita, adalah kebahagiaan yang paling mahal dan tak mampu terbeli dengan apapun. 

Saya bersyukur luar biasa bisa menjadi ibu rumah tangga yang merawat dan memberi ASI langsung dari sumbernya.

Lalu tibalah masa penyapihan yang menguras tenaga dan air mata. Meski berbekal info tentang metode menyapih yang dipelajari sejak beberapa bulan sebelumnya, serta menyiapkan mental sekuat mungkin, tetap saja saya lemah. Proses penyapihan terjadi selama dua kali.

Penyapihan Pertama

Akhir April hingga awal Mei 2017, sebenarnya saya belum ada niat untuk menyapih nindy, namun karena saat itu saya sedang sakit dan harus opname, jadilah saya memilih opsi untuk menyapih Nindy. Karena meski terbaring lemah di ranjang pasien dengan kondisi tangan terinfus, saya tetap menyusui Nindy. 

Akibatnya, saya merasa lemas dan payudara merasa tak karuan sakitnya. Entah karena efek obat atau apa, tapi jumlah ASI saya menurun. Sehingga mau tak mau saya harus segera menyapih Nindy yang usianya saat itu belum genap 2 tahun, tepatnya 22 bulan.

Proses penyapihan berjalan sekitar seminggu dengan penuh derai air mata, namun berhasil juga. Jadi selama seminggu Nindy terus menangis saat saya tidak membiarkannya menyusu. Ada beberapa metode yang saya gunakan, antara lain:

Metode Sounding: Weaning with Love

Awal masa penyapihan, saya membisiki Nindy dengan perlahan. “Nindy sudah besar, ndak boleh mik lagi, ya. Mik Bunda atit”. Berat. Sangat berat. Nindy meronta menangis tiada henti. Tiap malam, tiap hari. Menangis, menjerit. Hati saya ikut terluka dan sedih tak tega. 

Metode lipstik

Ada yang menyarankan metode ini, katanya ia berhasil saat menyapih anaknya dengan memberi lipstik di sekitar area payudara. 

Tapi bagi Nindy ini tak masalah sama sekali, melihat warna area menyusunya yang merah setelah dioles lipstik, ia tak merespon apa-apa dan tetap langsung nenen.

Metode pahit


Metode lipstik gagal, saya disarankan untuk mengoleskan parutan temu hitam di area payudara. Saya paham bahwa metode ini sangat tidak disarankan dalam opsi menyapih dengan cinta. Namun kondisi badan yang lemas masa penyembuhan dan payudara yang luar biasa sakit seperti ditikam dan dihujam pedang membuat saya hampir menyerah. 

Saya pikir, daripada ia dibawa ke ‘orang pintar’ yang ‘mungkin’ bisa berujung pada syirik, metode ini lebih baik. Meski tak sebaik menyapih dengan cinta. Apakah berhasil? Awalnya ia kaget saat tahu rasanya pahit. Tapi kemudian balik lagi nenen setelah semua olesan sudah diemut dan dimuntahkan. Hadew! Pinter banget, sih, dek...

Metode sounding

Jadi, balik lagi ke metode sounding dengan terus membisiki bahwa “mik bunda atit, nindy sudah besar ndak boleh nenen lagi” lama-lama ia manut juga. Meski membujuknya tak semudah itu. Tiap malam harus digendong dulu sampai ia tertidur, karena ia tak doyan susu formula dan lebih memilih teh dalam dot. 

Begadang tiap malam hingga tengah malam dan dini hari, siang jarang tidur siang. Nindy kurang tidur, emaknya apalagi. But it worked! Berhasil. Seminggu setelah drama penyapihan dengan berbagai metode, akhirnya berhasil juga. ASI pun sudah tak keluar lagi.

Namun hanya sekitar sepuluh hari. Kenapa? Karena saat itu secara tak diduga Nindy jatuh dari ranjang yang cukup tinggi, keningnya benjol seperti layaknya kening Sinchan saat dipukul mamanya, dengan warna biru lebam memar dan tangis yang mengiris hati, saya yang lemah dan tak tega akhirnya memberikannya nenen lagi. 

Apalagi usianya belum genap dua tahun, jadi saya merasa kewajiban menyusu Nindy seharusnya masih tidak apa-apa lah, ya? Dasar emak-emak lemah. Lalu perjuangan menyapih kemarin percuma, dong?

Ya meski niatnya cuma ngasih nenen sekali saja untuk menenangkan tangis Nindy, tapi nyatanya malah keterusan. Namun alih-alih berkecil hati, saya menganggap ini sebagai masa pre-weaning saja. Lagipula ASI sudah tidak keluar lagi, kok.

Penyapihan Kedua

Pertengahan Agustus 2017, usia Nindy sudah 25 bulan, alias dua tahun lebih sebulan. Saya akhirnya memutuskan untuk sepenuhnya menyapih Nindy, dengan tujuan agar Nindy bisa lebih mandiri dan tidak lagi mengandalkan nenen saat ia menangis. 

Proses penyapihan kedua lebih cepat dari yang pertama. Hanya butuh waktu tiga hari, hari keempat Nindy sudah tidak lagi menyebut kata “mik”. Namun meski cepat, ia tak semudah kedengarannya. Begadang tiap malam hingga dinihari tetap terjadi, gendong tiap ia terjaga hingga tertidur lagi hingga drama merajuk minta makan nasi pukul 1.00 dan 3.00 dinihari. Metode apa yang saya gunakan?

Metode minyak tawon

Terdengar ekstrem memang. Saya tidak menyarankan ini dicoba tanpa pertimbangan yang matang. Namun metode ini saya jalankan dan hanya di hari pertama saja, sudah berhasil. 

Dengan mengoleskan minyak tawon dan sounding “mik bunda atit, gak enak”, Nindy tak percaya awalnya, dipaksa dibukalah baju saya dan langsung nenen, namun saat tahu rasa dan aromanya, ia langsung menolak dan beralih minta gendong sebagai ninabobonya.

Metode sounding

Berhasil metode minyak tawon, Nindy sudah mengerti saat dibisiki “Nindy sudah besar sudah pinter, ndak boleh mik lagi ya...”. Dengan pendekatan halus, diajak berkomunikasi dengan baik, menggendong sambil bersenandung dan lain sebagainya akhirnya proses menyapih berhasil.
Alhamdulillah, semoga semua menjadi berkah. 

Setiap orangtua pasti memiliki cerita yang berbeda dalam mengasuh dan menyapih anak. Saya sudah mengalami sendiri, bahwa weaning with love dengan metode sounding adalah yang paling ampuh. Jangan meremehkan kemampuan anak dalam menyerap apa yang diucapkan bundanya, karena usia golden age adalah usia paling penting dalam tahap pertumbuhan, input yang ia dapat akan terserap dengan sangat baik jadi sebisa mungkin lakukan pendekatan sebaik mungkin.

It was hard to begin, even harder to stop. But it’s worth in every tear and struggle you made.” - Ayuk Hartini 

Bagi yang sedang menyapih juga, semangat, ya!

Belum ada Komentar untuk "Weaning With Love: Metode Menyapih Dengan Cinta"

Posting Komentar

Iklan Bawah Artikel